Teknologi Pendeteksi Hepatitis

Hepatitis

image from AntaraNews.com

Beberapa hari yang lalu, tepatnya tanggal 28 Juli 2012 diperingati Hari Hepatitis se dunia. Dijadikannya tanggal 28 Juli sebagai hari Hepatitis se dunia (sejak 2010) oleh WHO dikarenakan bertepatan dengan tanggal lahir Dr Baruch S. Blumberg yang menemukan virus Hepatitis B pada tahun 1965 dan yang memperoleh hadiah Nobel tahun 1976 atas temuannya itu. Data yang mengerikan di rilis WHO pada situsnya, tercatat bahwa Viral Hepatitis membunuh 1 juta orang setiap tahunnya, diestimasikan sekitar 500 juta orang pernah terinfeksi hepatitis yang merupakan faktor utama dari kanker hati dan sirosis hati (detail dapat dicek di World Hepatitis Day 2012 )Tercengang dengan data tersebut, akhirnya saya putuskan untuk tanya-tanya sedikit mengenai seperti apa itu Hepatitis kepada kawan yang saat ini menjadi mahasiswi di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, si Nadiyya Faza. Berikut ini rangkuman informasi mengenai hepatitis yang saya peroleh dari beliau :

- ‘hepatitis’ berarti  Peradangan  hati, fungsi hati berkemungkinan tidak bekerja dengan baik apabila peradangan atau kerusakan terjadi  dan hal ini dapat mempengaruhi kesehatan

- ada berbagai jenis hepatitis, yakni hepatitis A, B, dan C .  Hepatitis A termasuk kategori penyakit yang akut, bila seseorang terserang virus ini dapat langsung drop. Virus hepatitis A biasanya ditularkan lewat makanan dan air yg terkontaminasi. Biasanya kasus kontaminasi virus hepatitis A itu di daerah yang sanitasinya kurang bagus atau yang padat penduduk.

- kita semua ini mungkin saja di dalam tubuhnya punya virus hepatitis A,B, dan C , tapi apakah selalu menimbulkan penyakit? Belum tentu demikian, karena  banyak faktor yang mempengaruhi.

- virus Hepatitis  B dan C penyebarannya lewat darah, misalnya transfusi, kecelakaan jarum suntik, dan sejenisnya. Kecelakaan jarum suntik lebih sering menularkan hepatitis B daripada HIV

- Saat ini yang ada vaksinnya baru hepatitis A dan B, disarankan setiap orang melakukan vaksinasi untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

- Hepatitis B itu dapat akut terus sembuh total dan hilang virusnya, atau kronik sampai sel-sel hatinya rusak permanen. Seringnya hepatitis B itu kronik, jarang yang hilang total, adanya paling cuma “tidur”

- Untuk mengecek terkena virus hepatitis atau tidak dapat dilakukan dengan pengetesan HBsAg, dengan diambil darah untuk sampel.

Berbicara mengenai cara pengecekan, tentunya hal tersebut erat kaitannya dengan perkembangan teknologi yang mendukung. Setelah melakukan penelusuran, ternyata saat ini sudah ada suatu alat yang dikenal dengan nama “HBsAg Rapid Test Devices” .

Hepatitis Rapid Test Device

Vikia HBsAg Rapid Test Device

 

Alat ini dapat mendeteksi hepatitis dengan cepat namun bersifat kualitatif berdasarkan the Immuno-Chromatography Technique (ICT or lateral flow) . Sebuah produsen alat ini mengklaim bahwa Hepatitis Rapid Test Device yang dibuatnya dapat memberikan hasil dengan waktu hanya 15 menit dan ketepatannya hingga 99%. Penggunaan alat ini tanpa memerlukan pelatihan khusus, kalau dilihat-lihat sih mirip dengan alat untuk mendeteksi kehamilan, bener ga kawan ? namun perbedaannya terletak pada sampel yang digunakan. Dalam kepala saya terbesit suatu pemikiran, bagaimana ya caranya membuat alat pendeteksi hepatitis secara cepat namun tidak hanya bersifat kualitatif tetapi juga memberikan data kuantitatif,  atau bahkan memberikan informasi bahwa virus hepatitis yang ada pada tubuh kita sedang “tidur” sehingga kita tidak perlu terlalu khawatir. Barangkali ada kawan2 yang ingin membuatnya ? :)

4 Responses to Teknologi Pendeteksi Hepatitis

  1. indobrad says:

    hehehe mulai menyesal dulu gak milih kuliah kedokteran aja ya? idenya keren sih, membuat testpack hepatitis :)

    • ardisragen says:

      hahaha ngga nyesel juga ah, mudah2an bisa jadi pembantu dokter, buat alat2 teknologi yg bisa dipake dokter tuk menyelesaikan masalah kesehatan, syukur2 dapat jodoh dokter :p

  2. wibisono says:

    hepatitis A itu mudah dideteksi karena sel hati mengalami pembengkakan sehingga pasien yang terkena itu terasa.
    kalo hepatitis B hati menyusut, baru terasa sakit kalo sudah Akut.

    • ardisragen says:

      yup2 betul kakak karena hepa A bersifat akut, jadi mudah dideteksi n cepat, tapi berbahaya sekali. Kalo hepa B klo sudah kronis ( bukan akut, karena akut n kronis berbeda) akan menyebabkan kerusakan hati :( , nah sebelum berlanjut yuk mari secara dini di cek tubuh kita :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Centang dulu dong :D

Testimonial

Blog yg sangat inspiratif dan juga informatif, recommended! Tidak hanya konten dari blog ini, tapi juga penulisnya. Mas Ardi banyak mengajarkan saya secara tidak langsung, bahwa sebaik-baik ilmu adalah dengan menuliskannya, menyebarluaskannya serta menerapkan dalam kehidupan sehari-hari. Senang bisa berkenalan dengan Mas Ardi, blogwalking ke ardisragen.net dan juga motivasinya untuk selalu memiliki jiwa #ilmuberbagi Terima kasih ya, sukses selalu untuk mas.. :)
Andini Imaniar

Info

Copyright © 2014 Ardisragen.net

Powered by WordPress and Apply Media